Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali kini memperketat pengawasannya. Tujuannya jelas: mencegah masuknya Virus Nipah ke wilayah Indonesia melalui pintu kedatangan internasional. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini, meski belum ada laporan kasus pada manusia di dalam negeri.
Di area kedatangan, terlihat beberapa unit thermal scanner beroperasi. Dua unit dipasang di jalur internasional, satu lagi untuk penumpang domestik. Tak ketinggalan, satu unit juga disiapkan di terminal VIP. Alat ini jadi garda terdepan untuk mendeteksi penumpang dengan suhu tubuh tinggi, yang bisa jadi gejala awal.
Menurut sejumlah saksi, koordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Denpasar pun diperkuat. Jika ada penumpang yang terindikasi gejala, prosedurnya sudah jelas. Petugas karantina akan segera mengambil alih dan merujuk orang tersebut ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah di Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Komitmen untuk pengawasan ketat ini ditegaskan langsung oleh jajaran bandara.
"Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan Virus Nipah di area kedatangan bandara," ujar Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Kamis lalu.
Dia juga tak lupa mengimbau para calon penumpang. Menjaga kesehatan sebelum terbang dan memantau perkembangan informasi soal virus ini sangat penting. Ini demi keamanan bersama, bukan cuma untuk diri sendiri.
"Kalau ada yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan ada gejala seperti demam, segera hubungi petugas bandara terdekat atau petugas karantina," pesannya lagi.
Lalu, apa sebenarnya Virus Nipah ini? Bukan penyakit baru. Wabah pertama tercatat di Malaysia, tepatnya di sebuah desa di Sungai Nipah, antara tahun 1998 dan 1999. Wabah itu bahkan merembet sampai Singapura. Virus yang termasuk dalam genus Henipavirus ini diketahui menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alamiahnya.
Memang, hingga detik ini belum ada kasus konfirmasi pada manusia di Indonesia. Namun begitu, beberapa penelitian sudah menemukan jejak virus ini pada kelelawar buah lokal. Fakta itu saja sudah cukup menjadi alasan untuk tidak lengah. Kewaspadaan di pintu masuk seperti bandara, jadi langkah yang logis dan perlu.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar