Di sisi lain, Dinas Bina Marga punya penjelasan tersendiri. Lewat akun Instagram resminya, mereka membeberkan alasan teknis di balik penambalan sementara saat musim hujan. Intinya, soal keamanan dan efektivitas pengerjaan.
Memaksakan perbaikan permanen di tengah curah hujan tinggi itu berisiko. Aspal basah sulit terikat dengan baik, jadi cepat rusak lagi. Lalu, kondisi lapangan yang licin juga membahayakan keselamatan petugas. Belum lagi soal pemborosan material aspal yang belum kering bisa rusak sebelum sempat mengeras dengan sempurna.
Jadi, penambalan darurat ini punya beberapa tujuan. Biar lubang kecil nggak melebar, menghambat air masuk yang bisa merusak struktur jalan lebih parah, dan yang paling penting: menjaga jalan tetap bisa dilintasi serta mengurangi risiko kecelakaan.
Pramono Anung menegaskan, perbaikan menyeluruh dan permanen akan digeber begitu cuaca mendukung. Tujuannya jelas, agar hasilnya benar-benar mulus dan tahan lama.
Sementara itu, pesan untuk warga tetap sama: tetap waspada dan hati-hati saat berkendara. Kalau nemu lubang, laporkan.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan