Hujan di Jakarta memang bikin pusing. Selain banjir dan macet yang sudah jadi langganan, ada satu masalah lain yang selalu muncul: jalan berlubang. Titiknya tersebar di mana-mana, dari yang kecil sampai yang cukup besar buat menenggelamkan roda mobil.
Setelah hujan deras mengguyur beberapa hari, lubang-lubang itu seperti jamur yang tumbuh. Dan konsekuensinya nggak main-main banyak kecelakaan terjadi karena pengendara tak sempat menghindar.
Namun begitu, cara menanganinya kerap bikin warga mengelus dada. Cuma ditambal, itu pun seringkali nggak bertahan lama. Lalu, kenapa sih perbaikannya cuma seadanya?
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui bahwa penambalan memang cuma solusi jangka pendek. Dia bilang, langkah ini tidak berarti lubang-lubang itu akan dibiarkan selamanya.
Ucap Pramono di Cawang, Jakarta Timur, Kamis lalu. Politikus PDIP itu berjanji akan menggelar rapat khusus buat bahas penanganan lubang, terutama pasca hujan atau banjir. Meski begitu, proses penambalan darurat oleh ‘pasukan kuning’ Dinas Bina Marga sudah bisa jalan bertahap.
katanya lagi.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 8 Juta Laporan SPT Tahunan 2025 Hingga Tenggat
Timnas Futsal Indonesia Umumkan 19 Pemain untuk Persiapan ASEAN Championship 2026
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan
Gua Andulan di Luwu: Situs Pemakaman Adat yang Menyimpan Sejarah dan Tantangan