Peristiwa nahas itu terjadi dini hari Minggu, 25 Januari 2026, di rumah mereka di Monjok Timur, Mataram. Saat itu, hanya mereka berdua di rumah. Saat ibunya tidur, Bara mencekik leher sang ibu dengan seutas tali plastik.
Keesokan paginya, dengan mobil Innova Reborn putih miliknya, ia membawa jasad ibunya. Tujuannya: Sekotong, Lombok Barat. Di tengah perjalanan, ia berhenti. Membeli bensin pertalite.
"Dia melihat situasi sepi di sana, makanya dia berhenti dan menurunkan jasad di sana," jelas Kholid.
Kasus ini akhirnya terbongkar berkat kewaspadaan warga. Pada Minggu sore itu, di lahan kosong pinggir jalan Sekotong Barat, ada bau menyengat dan kepulan asap. Mereka mendekat, dan yang mereka temukan adalah pemandangan yang mengharu biru: jasad seorang perempuan hangus terbakar.
Laporan warga itulah yang membawa polisi menyelidiki, dan akhirnya menangkap Bara Primario. Seorang anak yang tega menghabisi nyawa orang yang melahirkannya, lalu berusaha menghapus semua jejak dengan api.
Artikel Terkait
Tabung Pink yang Menggoda, Bahaya yang Mengintai di Balik Tren Gas Tawa
Sertifikat Gratis untuk Korban Bencana Jadi Fokus Pertemuan Malam Sekretariat Kabinet
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta