✍🏻Moeflich H. Hart (Dosen UIN)
Na'udzubillahi min dzalik… Sungguh, dari semua kisah durhaka anak kepada orang tua yang pernah saya baca, peristiwa di Lombok tahun 2026 ini mungkin yang paling mengerikan. Sebuah kebiadaban yang sulit dicerna akal sehat.
Membantah ibu saja sudah dosa. Menyakiti hatinya, itu durhaka. Tapi membunuhnya? Lalu membakar jasadnya? Saya bertanya-tanya, taubat seperti apa yang bisa menebus dosa sebesar itu di hadapan Allah SWT. Rasanya mustahil.
Kronologi kejadiannya sendiri berawal dari hal yang sepele: uang. Bara Primario, 33 tahun, meminta Rp 39 juta kepada ibunya, Reni Yudi Astuti. Katanya untuk bayar utang. Sang ibu menolak.
Penolakan itu rupanya memicu amarah yang tak terbendung.
Menurut Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, penolakan itu membuat pelaku sakit hati. "Sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut," ujarnya, seperti dilansir sebuah media online Selasa lalu.
Artikel Terkait
Tabung Pink yang Menggoda, Bahaya yang Mengintai di Balik Tren Gas Tawa
Sertifikat Gratis untuk Korban Bencana Jadi Fokus Pertemuan Malam Sekretariat Kabinet
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta