Gelombang Kritik
Di sisi lain, respons dari publik terutama di jagat media sosial justru banyak yang negatif. Bergabungnya Indonesia dengan proyek Trump ini, apalagi dengan nilai kontribusi yang fantastis, menuai kecurigaan dan sindiran.
Akun X @txtdaritaxpayer, misalnya, menyoroti hal yang tampak sepele: logo organisasi.
Judul : Board of Peace
Proyek : New Gaza
“Meanwhile, logonya cuma daratan Amerika (Benua Amerika)😂,” tulisnya. “Style logonya kayak template canva gratisan pula. Iuran 17 triliun ga bisa bikin logo kok yaa ampun🥴.”
Kritik lain datang dari @er3ndar yang melihat ini sebagai skema bisnis Trump.
“Trump selesai jadi presiden, langsung megang duit ratusan triliun dari proyek Gaza ini. Bodo amat setelah dia lengser yang jadi presiden dari demokrat, dia udah untung dari sini,” timpalnya.
Sentimen serupa diungkap @RengKa61039. “Dikibuli luar dalam, bahkan presiden sdh berkomitmen bayar iuran. Iuran untuk meratkan gaza, dibangun properti dan dijual. Biaya perang yg dikeluarkan AS dan Israel sudah balik, malah dapat untung di jangka panjang,” tulisnya.
Artikel Terkait
Sertifikat Gratis untuk Korban Bencana Jadi Fokus Pertemuan Malam Sekretariat Kabinet
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta
Rektor UGM Dikoreksi Sendiri: Dua Versi Kelulusan Jokowi dalam Video Resmi