Rapat kerja antara Komisi III DPR dan KPK berlangsung pada Rabu lalu. Agenda utamanya? Mengevaluasi kinerja lembaga antirasuah di tahun ini dan membahas rencana mereka untuk 2026. Tapi, rapat itu tak cuma soal laporan rutin. Suasana berubah ketika Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mulai mengungkapkan sejumlah persoalan internal yang dihadapinya.
Dia mengeluhkan soal sumber daya manusia. Jumlahnya, kata Setyo, tidak maksimal. Masalahnya ternyata berlapis.
Persoalan gaji ini rupanya cukup pelik. Ada kesenjangan yang mencolok antara gaji pegawai lama dan yang baru. Namun begitu, Setyo memberi secercah harapan. Dia bilang koordinasi intensif dengan Menteri Keuangan sudah dilakukan dan masalah ini diambang penyelesaian.
Korupsi Dianggap 'Privilege' dan Sekadar 'Sial'?
Di sisi lain, pembahasan menjadi lebih dalam ketika anggota dewan angkat bicara. Anggota Komisi III DPR, Rikwanto, menyoroti sebuah anggapan berbahaya yang beredar di kalangan pejabat. Katanya, ada persepsi bahwa korupsi adalah 'privilege' atau hak istimewa seorang pejabat.
Lebih parah lagi, menurutnya, tertangkap basah korupsi pun dianggap cuma soal nasib sial belaka. Bukan sebuah kesalahan moral yang patut disesali.
Rikwanto lalu meminta KPK mengkaji akar masalah budaya korup seperti ini. Dia menyebut soal keserakahan yang seolah tak ada habisnya.
Artikel Terkait
Born to Run: Kisah Dua Keluarga yang Bangkit dari Reruntuhan Kecelakaan
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak