Trump Sindir Pertahanan Greenland: Cuma Dua Kereta Luncur Anjing

- Selasa, 13 Januari 2026 | 12:35 WIB
Trump Sindir Pertahanan Greenland: Cuma Dua Kereta Luncur Anjing

Di dalam kabin Air Force One yang melintasi langit, Donald Trump kembali menyulut kontroversi. Kali ini, sasarannya adalah Greenland. Presiden Amerika Serikat itu dengan santai mengejek sistem pertahanan wilayah otonomi Denmark tersebut, yang katanya cuma dijaga "dua kereta luncur anjing".

Ejekan itu dilontarkan pada Minggu (11/1) waktu setempat, saat dia berbincang dengan para wartawan. Menurut laporan AFP dan Euro News, pernyataan bernada merendahkan itu adalah bagian dari ambisinya yang tak kunjung padam untuk menguasai pulau strategis di kawasan Arktik itu sebuah ambisi yang sudah berkali-kali ditolak oleh sekutu AS di Eropa.

Trump terlihat sangat bersemangat membahas topik ini. Dia menegaskan, dengan nada yang tak terbantahkan, bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih Greenland "dengan cara apa pun". Argumen utamanya sederhana: kalau AS tidak melakukannya, negara lain yang akan melakukannya.

"Jika kita tidak mengambil alih Greenland, Rusia atau China akan melakukannya, dan saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ujarnya.

Padahal, faktanya, sejauh ini tidak ada satu pun negara yang secara terbuka mengklaim atau berusaha merebut pulau tersebut. Tapi bagi Trump, ancaman itu nyata.

Di sisi lain, dia mengaku tetap terbuka untuk bernegosiasi. "Greenland harus membuat kesepakatan, karena Greenland tidak ingin melihat Rusia atau China mengambil alih," tegasnya. Dia seolah memberi pilihan: bekerja sama dengan AS, atau menghadapi kekuatan lain yang lebih menyeramkan.

Namun begitu, nada merendahkan kembali muncul. Setelah membahas ancaman Rusia dan China yang punya "kapal perusak dan kapal selam di mana-mana", Trump kembali ke soal pertahanan Greenland. Dengan nada sinis, dia bertanya retoris, "Anda tahu apa pertahanan mereka, dua kereta luncur anjing."

Pernyataan itu, seperti biasa, langsung memicu berbagai reaksi. Bagi sebagian orang, itu adalah gaya negosiasi Trump yang blak-blakan. Bagi yang lain, itu adalah ejekan yang tidak pantas terhadap sebuah bangsa.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar