Bantuan lain datang dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras. Ia menghadiahkan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna Tosca untuk Suderajat. Bisa dibayangkan, alat transportasi ini pasti sangat berarti untuk menunjang usahanya menjajakan es kue.
Harapan untuk Anak-anak
Yang paling menyentuh adalah perhatian pada pendidikan anak-anak Suderajat. Dari lima anaknya, empat ternyata putus sekolah. Tak satu pun yang tamat SMA. Pasca keviralan kasus ini, Pemkab Bogor memberi kesempatan pada dua anaknya untuk kembali bersekolah di Sekolah Rakyat, lengkap dengan seragam dan perlengkapan. Kabar baiknya tak berhenti di situ. Seorang anak lainnya dikabarkan dapat tawaran beasiswa dari Bidan Seruni, yang konon akan membiayai sekolahnya hingga ke jenjang kuliah.
Sorotan dari Hotman Paris
Kisah ini bahkan menarik perhatian pengacara kondang, Hotman Paris. Lewat media sosial, ia menyatakan siap membantu.
Hotman tak main-main. Ia bahkan menawarkan untuk mengerahkan sepuluh pengacara. "Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara hari ini juga," tegasnya. Tawaran bantuan hukum gratis ini seperti angin segar dalam perjuangan Suderajat mencari keadilan atas perlakuan semena-mena yang ia alami.
Dari sebuah insiden pahit, kini terlihat secercah harapan. Mulai dari permintaan maaf, bantuan konkret, hingga perhatian pada masa depan anak-anaknya. Semua berubah begitu cepat setelah sorotan publik menyinari hidup Suderajat.
Artikel Terkait
Pedagang Kecil Dianiaya, Kata-kata Aparat yang Bikin Miris: Makan Habisin, Biar Kamu yang Modar
Kajari Sleman Minta Maaf, Kasus Hogi Dihentikan Paksa Komisi III
Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Celah Diplomasi atau Hanya Ruang Kosong?
Somaliland: Kisah Negara yang Ada, Meski Tak Diakui Dunia