Dua oknum aparat akhirnya datang menemui Suderajat. Mereka minta maaf. Langsung, di sebuah mushola di Bojonggede, Bogor, Selasa lalu. Ini adalah babak baru dari kisah pilu penjual es kue yang sempat viral itu.
Keduanya adalah Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas dari Johar Baru, dan Babinsa Serda Heri Purnomo. Dalam video yang beredar, Ikhwan terlihat menyalami Suderajat dengan khidmat. Suaranya terdengar jelas, penuh penyesalan.
"Iya, iya," jawab Suderajat singkat.
Giliran Heri pun menyusul. Permintaan maafnya sama tulusnya. "Mohon izin pak saya sebagai Bhabinsa saya minta maaf dari hati yang paling dalam karena ada kesalahan dari saya," ujarnya. Suderajat hanya membalas, "Sama-sama pak."
Pertemuan itu menutup sebuah insiden yang bermula sabtu sebelumnya di Kemayoran. Kala itu, Suderajat dituduh menjual es kue berbahan spons makanan tak layak konsumsi. Tapi, hasil uji lab dari Polri hingga Dinas Kesehatan DKI membuktikan sebaliknya: jualannya aman. Yang terjadi justru penganiayaan. Suderajat mengaku dipukuli, ditendang pakai sepatu boots, bahkan mukanya ditonjok pakai cincin. Trauma itu membuatnya mogok jualan selama tiga hari.
Namun begitu, gelombang simpati publik yang datang setelahnya ternyata membawa berkah. Nasib pria 50 tahun itu berbalik arah.
Bantuan Berdatangan
Pemkab Bogor jadi yang pertama bergerak. Mereka mendatangi rumah Suderajat di Desa Rawapanjang, membawa paket sembako. Tak cuma itu, keluarganya juga didaftarkan sebagai penerima BPJS Kesehatan PBI dan akan dapat pendampingan rutin dari program PKH. Artinya, ada dana bantuan yang akan mengalir untuk keluarga yang selama ini tergolong tak mampu.
Artikel Terkait
Pedagang Kecil Dianiaya, Kata-kata Aparat yang Bikin Miris: Makan Habisin, Biar Kamu yang Modar
Kajari Sleman Minta Maaf, Kasus Hogi Dihentikan Paksa Komisi III
Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Celah Diplomasi atau Hanya Ruang Kosong?
Somaliland: Kisah Negara yang Ada, Meski Tak Diakui Dunia