Bintan – Di wilayah pesisir, tantangan ekonomi kerap jadi cerita sehari-hari. Tapi di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, ada sebuah cerita yang justru memberi harapan. Sosoknya bernama Ali, tapi warga sini lebih akrab memanggilnya Sotong. Pria ini berhasil menggerakkan roda perekonomian lokal lewat usaha pengolahan ikan Delah.
Yang menarik, Sotong tak cuma mengejar keuntungan sendiri. Usahanya justru membuka peluang bagi ibu-ibu di desanya. Saat ini, sekitar sepuluh ibu rumah tangga menggantungkan harapan pada gudang pengolahan miliknya. Upah yang mereka dapatkan membantu menopang kebutuhan keluarga, terutama bagi mereka yang suaminya tak punya penghasilan tetap.
“Kami per hari bisa mengolah puluhan kilogram ikan dengan penghasilan mencapai Rp 90.000 hingga Rp100.000. Ini sangat membantu kami di wilayah pesisir,”
kata Ibu Rose, salah satu pekerja. Suaranya terdengar lega. Ia mengaku sangat bersyukur ada kesempatan kerja seperti ini.
Menurut sejumlah saksi, dampaknya cukup nyata. Hingga kini, puluhan ton ikan Delah telah berhasil diolah oleh tangan-tangan terampil para ibu di Kelong. Sotong sendiri mengaku bangga bisa jadi bagian dari solusi.
“Puji Tuhan, saya merasa bangga bisa berbagi rezeki. Ini menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat. Ke depannya, saya berharap lebih banyak lagi warga yang bisa bergabung,”
ungkapnya. Ia bahkan berencana menambah jumlah pekerja jika usahanya terus berkembang, terutama untuk warga yang sudah punya ketangkasan mengolah ikan.
Inisiatif seperti ini sebenarnya adalah contoh konkret yang sejalan dengan program ketahanan ekonomi pemerintah. Namun begitu, agar skalanya bisa meluas dan menyerap lebih banyak tenaga kerja, perhatian dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Mulai dari tingkat desa hingga provinsi.
Dukungan sarana dan prasarana dari pihak berwenang diharapkan bisa memperkuat sektor perikanan di Bintan Pesisir. Dengan begitu, sosok-sosok seperti Sotong tak hanya bertahan, tapi juga bisa menginspirasi lebih banyak pelaku usaha untuk melakukan hal serupa. Cerita dari Desa Kelong ini membuktikan, kadang solusi itu tumbuh justru dari tengah masyarakat sendiri.
Artikel Terkait
Kimmich Syok: PSG Hajar Bayern 5-4 di Semifinal Liga Champions
Haji 2026 Tetap Berjalan, Menteri Jamin Keamanan Jemaah di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Talud TPU di Ambon Ambruk Diterjang Longsor, Sepuluh Kerangka Manusia Berserakan
Kemendikdasmen Rilis Pedoman Hardiknas 2026, Tema dan Aturan Upacara Resmi Ditetapkan