Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas sehari-hari dan menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.
Nantinya, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap berbagai tindak pidana. Namun begitu, Asep berpesan agar seluruh personel di lapangan tetap menjaga profesionalisme. Setiap tindakan harus proporsional, sesuai prosedur, dan tentu saja menghormati hak asasi manusia. Pendekatan humanis tak boleh dilupakan.
Di sisi lain, operasi ini tak cuma mengandalkan tindakan represif. Langkah pencegahan justru akan lebih dikedepankan. Caranya? Melalui patroli kewilayahan yang intens, deteksi dini potensi kerawanan, serta pembinaan masyarakat. Mereka juga akan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk ikut mengawasi lingkungan.
"Perkuat sinergi," pinta Asep.
Koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan semua pemangku kepentingan lainnya harus solid. Partisipasi aktif masyarakat juga didorong, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan cara itu, harapannya Ramadan tahun ini bisa berjalan lebih damai.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Tahuna, Pusatnya Hanya 10 Kilometer
Ketua Komisi III Geram: Korban Penjambret Dijerat Hukum, Keluarga Pelaku Malah Minta Uang Kerahiman
Keluarga Penjambret Minta Uang Kerahiman, Komisi III Geleng-geleng
Remaja 16 Tahun Tewas Ditusuk Saat Bela Teman dari Aksi Perundungan di Anyer