Dengan begitu, masyarakat bisa beraktivitas sehari-hari dan menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang, nyaman, dan khusyuk.
Nantinya, penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap berbagai tindak pidana. Namun begitu, Asep berpesan agar seluruh personel di lapangan tetap menjaga profesionalisme. Setiap tindakan harus proporsional, sesuai prosedur, dan tentu saja menghormati hak asasi manusia. Pendekatan humanis tak boleh dilupakan.
Di sisi lain, operasi ini tak cuma mengandalkan tindakan represif. Langkah pencegahan justru akan lebih dikedepankan. Caranya? Melalui patroli kewilayahan yang intens, deteksi dini potensi kerawanan, serta pembinaan masyarakat. Mereka juga akan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk ikut mengawasi lingkungan.
"Perkuat sinergi," pinta Asep.
Koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan semua pemangku kepentingan lainnya harus solid. Partisipasi aktif masyarakat juga didorong, karena keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan cara itu, harapannya Ramadan tahun ini bisa berjalan lebih damai.
Artikel Terkait
Mentan Amran Gelar Ramadan Tanpa Sekat, Bagikan Bantuan ke 500 Penerima
DPR Dorong Sekolah Siapkan Guru Hadapi Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta