Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%

- Selasa, 27 Januari 2026 | 20:42 WIB
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%

Di hadapan anggota Komisi V DPR, Menteri PU Dody Hanggodo memaparkan update terbaru soal penanganan pascabencana. Rapat kerja yang digelar di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1) itu, membahas progres pemulihan di tiga provinsi yang porak-poranda: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kerja Kementerian PU ternyata tak cuma soal perbaikan jalan atau jembatan yang putus. Mereka juga turun langsung membersihkan lumpur yang menggenangi fasilitas publik.

“Kami juga turut menangani pembersihan lumpur-lumpur di pasar, di madrasah, di sekolah, fasilitas-fasilitas kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, dan di beberapa tempat lainnya,” jelas Dody.

“Dari 171 lokasi yang sudah kita tangani, 120 sudah bisa kita fungsionalkan,” tambahnya.

Tak berhenti di situ, pembangunan hunian sementara atau huntara untuk para korban yang kehilangan tempat tinggal juga sudah dimulai. Menurut laporan menteri, sekitar 1.200 unit huntara sedang disiapkan dan disebar di ketiga provinsi tersebut.

“Dan hari ini kita juga membangun rumah-rumah hunian atau hunian sementara. Ada di 1.200 unit yang kita sebar untuk di Aceh, Sumut, dan Sumbar, sesuai dengan arahan dan bimbingan dari BNPB Bapak-Bapak sekalian titiknya,” tutur Dody.

Di sisi lain, ada proyek yang dikebut tenggat waktunya. Kementerian PU mendapat permintaan dari Menteri Kesehatan untuk menyiapkan puskesmas darurat di Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

“Ini kami targetkan puskesmas sementaranya bisa selesai paling lambat sebelum bulan Ramadan 2026 atau sebelum tanggal 15 Februari 2026,” ujarnya.

“Untuk pekerjaan puskesmas yang permanen, kami harapkan di akhir 2026 bisa kami selesaikan yang dua ini,” sambung dia.

Progres Rehabilitasi: 23% Tuntas, Irigasi Jadi Prioritas

Secara keseluruhan, Dody melaporkan sekitar 23 persen pekerjaan rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat bencana sudah rampung. Prioritas utama saat ini diarahkan pada perbaikan infrastruktur irigasi pertanian.

“Dari total yang sudah kami rehabilitasi hingga hari ini, ada sekitar sudah hampir 23%, dan kami targetkan sesuai dengan diskusi dengan Kementerian Pertanian, irigasi-irigasi ke arah sawah-sawah yang yang sudah mulai tanam dengan dengan koordinasi dengan Kementerian Pertanian akan kami prioritaskan,” jelas Dody.

Namun begitu, tantangan lain masih menunggu. Ada puluhan bendung, baik nasional maupun daerah, yang ikut terdampak. Sayangnya, pemulihannya belum bisa maksimal.

“Progres kita memang masih sangat sedikit di bendung, karena kemarin kami fokusnya itu adalah di sungai,” akunya.


Halaman:

Komentar