Komet 3I/Atlas Bukan Alien, Ini 5 Fakta & Kapan Bisa Dilihat dari Indonesia

- Minggu, 02 November 2025 | 10:25 WIB
Komet 3I/Atlas Bukan Alien, Ini 5 Fakta & Kapan Bisa Dilihat dari Indonesia
Fakta Komet 3I/Atlas: Bukan Pesawat Alien, Tapi Benda Antar Bintang Berusia 7 Miliar Tahun

Komet 3I/Atlas Bukan Pesawat Alien, BRIN Ungkap Fakta Ilmiahnya

Komet 3I/Atlas menjadi viral di media sosial setelah disebut-sebut sebagai "kapal induk alien". Klaim ini muncul karena komet ini sempat memancarkan sinyal tak biasa saat pertama kali terdeteksi.

Penjelasan BRIN: Tidak Ada Dasar Ilmiah

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menepis spekulasi tersebut. Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan tidak ada alasan ilmiah untuk menduga komet ini adalah pesawat alien.

"Astronom tidak akan berspekulasi di luar hasil observasi ilmiah. Tidak ada alasan untuk menduganya sebagai pesawat alien," jelas Thomas.

Fakta Menarik Komet 3I/Atlas

Komet 3I/Atlas adalah objek antarbintang (interstellar object) yang berasal dari luar tata surya kita. Berikut adalah fakta-fakta mengejutkannya:

Usia Tua 7 Miliar Tahun

Komet ini diperkirakan berusia 7 miliar tahun, jauh lebih tua dari tata surya kita yang hanya berusia 4,5 miliar tahun.

Asal Usul dan Penamaan

Angka "3" menandakan ia adalah objek antarbintang ketiga yang ditemukan. Huruf "I" adalah singkatan dari interstellar, dan "Atlas" adalah nama teleskop yang pertama kali mengamatinya.

Ukuran dan Kecepatan Luar Biasa

Komet ini memiliki kecepatan luar biasa, sekitar 215.000 km/jam. Inti kometnya diperkirakan berdiameter 25.000 kilometer atau dua kali diameter Bumi. Kepala komet yang terdiri dari gas CO₂ bahkan bisa mencapai 700.000 kilometer, lima kali diameter Jupiter.

Orbit Hiperbola dan Hanya Melintas Sekali

Berbeda dengan komet lain yang orbitnya elips, Komet 3I/Atlas memiliki orbit hiperbola. Ini artinya ia hanya akan melintasi tata surya kita satu kali dan tidak akan pernah kembali.

Kapan Bisa Dilihat dari Indonesia?

Bagi yang ingin menyaksikan fenomena langka ini, Komet 3I/Atlas diperkirakan dapat diamati dari Indonesia pada Desember 2025. Pada bulan Oktober dan November, posisinya terlalu dekat dengan matahari sehingga sulit terlihat.

"Desember baru bisa diamati lagi, lalu kemudian meredup dan tak terlihat lagi karena menjauh," pungkas Thomas.

Pentingnya Literasi Sains

Fenomena viralnya Komet 3I/Atlas mengingatkan kita akan pentingnya literasi sains. Klarifikasi dari lembaga resmi seperti BRIN sangat penting untuk meluruskan informasi dan mencegah penyebaran berita menyesatkan di media sosial.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar