Dari Kartu Telepon ke Cloud: Mengenal JAST, Emiten yang Sahamnya Melonjak 34%

- Senin, 26 Januari 2026 | 17:20 WIB
Dari Kartu Telepon ke Cloud: Mengenal JAST, Emiten yang Sahamnya Melonjak 34%

Kalau Anda melihat saham JAST melesat di papan bursa, mungkin Anda bertanya-tanya, perusahaan ini sebenarnya bergerak di bidang apa sih? PT Jasnita Telekomindo Tbk, atau JAST, adalah emiten yang fokusnya di infrastruktur telekomunikasi dan internet. Tapi ceritanya nggak sesederhana itu. Perjalanan mereka cukup panjang, dimulai dari tahun 1996.

Pada awalnya, bisnis JAST berpusat pada layanan telekomunikasi untuk kalangan bisnis. Di akhir era 90-an, mereka bahkan sudah merambah ke solusi voice berbasis IP, yang terbilang cukup maju untuk zamannya. Mereka juga sempat meluncurkan kartu telepon khusus panggilan internasional. Barulah pada 2009, perusahaan ini mendapatkan lisensi resmi sebagai penyedia jasa internet (ISP) dan mulai mengembangkan jaringan fiber optik nasional.

Kini, portofolio layanan JAST terbilang beragam. Mereka punya beberapa lini bisnis utama. Di antaranya adalah telekomunikasi bisnis, layanan call center, dan komputasi awan atau cloud. Selain itu, JAST juga menawarkan solusi sistem informasi yang disesuaikan untuk berbagai macam industri.

Di ranah telekomunikasi bisnis, produk mereka cukup dikenal. Ada Jascall yang menawarkan layanan panggilan via web, robocall, sampai perekaman percakapan. Untuk urusan rapat online, mereka punya Jasmeet. Tak ketinggalan, JAST juga menyediakan data center, platform chat, sistem CRM, hingga jasa keamanan siber dan panggilan darurat.

Layanan-layanan ini umumnya dipakai perusahaan untuk memperkuat saluran komunikasi digital mereka. Beberapa nama besar pernah atau masih menjadi klien JAST. Sebut saja Elevania, Bank Mandiri, Mirae Asset, dan Grab.

Lalu, siapa yang mengendalikan perusahaan ini?

Berdasarkan data BEI per Januari 2026, pemegang saham pengendali utama adalah PT Jast Infotek Group. Mereka memegang sekitar 219 juta saham, atau setara dengan 20,3% dari total saham yang beredar.

Berikut daftar pemegang saham mayoritasnya hingga akhir 2025:

PT Jast Infotek Group: 219 juta saham (20,3%)
UOB Kay Hian: 135 juta saham (12,4%)
UOB Kay Hian: 216 juta saham (20%)
Yentoro (direksi): 44,7 juta saham (4,14%)
Masyarakat: 437 juta saham (40,39%)

Adapun pemilik manfaat akhir, atau orang di balik kepemilikan saham JAST, adalah Kennard Jr S. Kurnia. Saat ini, dia menjabat sebagai Komisaris di perseroan.

Performa sahamnya sendiri sedang panas. Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, saham JAST ditutup menguat tajam di level Rp149 per lembar. Kenaikannya mencapai 34,23% dari harga pembukaan, dengan nilai transaksi harian yang menembus Rp76,56 miliar. Pergerakan ini membuat JAST menjadi pemuncak daftar top gainers hari itu. Dalam sebulan terakhir, sahamnya sudah naik lebih dari 35%.

Jadi, itulah profil singkat JAST. Sebuah emiten telekomunikasi yang bisnisnya berkembang dari layanan suara konvensional hingga menjadi penyedia solusi digital yang cukup komprehensif.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar