RMKE Melesat Usai Suspensi, Diserbu Sekuritas dengan Beli Rp59,8 Miliar

- Kamis, 22 Januari 2026 | 19:40 WIB
RMKE Melesat Usai Suspensi, Diserbu Sekuritas dengan Beli Rp59,8 Miliar

Setelah sempat dihentikan, perdagangan saham RMK Energy (RMKE) akhirnya dibuka kembali. Dan hasilnya? Sahamnya langsung melesat. Pada penutupan sesi Kamis (22/01/2026), harga saham RMKE bertengger di Rp8.725 per lembar. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang posisinya saat pertama kali dibuka pasca-suspensi, yang hanya di Rp7.875.

Minat beli tampaknya cukup kuat, mendorong aktivitas transaksi yang cukup sibuk. Banyak mata tertuju pada emiten jasa logistik batu bara ini. Menariknya, salah satu sekuritas terlihat sangat agresif mengambil posisi.

Henan Putihrai Sekuritas (HP) tercatat sebagai pembeli bersih terbesar, dengan nilai fantastis sekitar Rp59,8 miliar. Mereka mengumpulkan sekitar 91.716 lot saham RMKE, dengan harga beli rata-rata Rp6.506 per saham.

Melihat geliat ini, analis pun angkat bicara. CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, melihat prospek yang cukup cerah untuk RMKE ke depannya.

“Kami menilai, bahwa RMKE masih menarik untuk dilirik para investor. Ke depan, perseroan berpotensi berkembang menjadi pemain end-to-end di bisnis batu bara. Selain infrastruktur logistik yang sudah solid dan terintegrasi, RMKE juga telah memiliki konsesi batu bara serta pelabuhan sendiri,” ujar Bernadus, Kamis lalu.

Menurutnya, potensi itu bukan sekadar angan-angan. Bernadus menambahkan, kepemilikan konsesi batu bara di level anak usaha dan grup membuka peluang besar untuk integrasi bisnis yang lebih rapat. Bahkan, ada klausul menarik di sana: tambang yang terhubung dengan jalan hauling milik RMKE punya opsi pembelian hingga 50% dari total produksinya. Hal ini tentu bisa memberi kontribusi ekstra untuk segmen penjualan batu bara mereka.

Soal hauling road, sepanjang 2025 lalu volume jasanya mencapai 1,5 juta ton. Kontribusi terbesarnya datang di kuartal akhir tahun, yakni sebesar 817 ribu ton.

Di lapangan, operasional RMKE bertumpu pada layanan logistik kereta api. Satu rangkaian keretanya sanggup mengangkut sekitar 2.800 ton batu bara. Untuk tarifnya, berkisar antara Rp806 sampai Rp922 per ton per kilometer.

Di sisi pendanaan, perusahaan juga tak berhenti bergerak. Mereka baru saja merampungkan proses bookbuilding untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026, dengan nilai maksimal Rp600 miliar. Kabarnya, respons investor cukup positif.

Obligasi tersebut sendiri telah memperoleh peringkat idA (Single A) dari Pefindo. Untuk kupon, seri B dengan tenor 5 tahun ditawarkan sebesar 7,75%, sementara seri C bertenor 7 tahun memberikan kupon 8,25%.

Jadi, dengan infrastruktur yang mapan, dana segar dari obligasi, serta peluang integrasi bisnis yang terbuka lebar, posisi RMKE terlihat cukup kuat. Mereka punya modal untuk menyesuaikan diri dan merespons dinamika kebijakan serta perkembangan ekosistem logistik batu bara nasional ke depannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar