Waspada Demam Berdarah: Komorbid Tingkatkan Risiko Hingga 7 Kali Lipat
Orang dewasa dengan penyakit penyerta atau komorbid menghadapi risiko dengue berat yang jauh lebih tinggi. Data terbaru menunjukkan pasien gangguan ginjal kronis berisiko mengalami keparahan hingga tujuh kali lipat, sementara penderita hipertensi memiliki risiko 2-3 kali lebih berat.
Anak-Anak Tetap Kelompok Paling Rentan
Dalam tujuh tahun terakhir (2018-2024), anak usia 5-14 tahun secara konsisten menyumbang proporsi kematian tertinggi akibat DBD di Indonesia. Pada 2025, kelompok usia ini mencapai 41% dari total kematian akibat dengue.
Bahaya Dengue pada Dewasa dengan Komorbiditas
Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD, KAI, Penasihat Satgas Imunisasi PAPDI, memperingatkan bahwa infeksi dengue pada dewasa dengan komorbiditas dapat menimbulkan komplikasi serius. "Pasien obesitas berisiko 1,5-2 kali lebih berat, diabetes 3-5 kali, dan gangguan ginjal kronis hingga tujuh kali lipat," jelasnya.
Dampak Dengue pada Produktivitas Kerja
Studi kasus tahun 2018-2020 terhadap 45 karyawan terinfeksi dengue menunjukkan rata-rata absen kerja selama enam hari. Yang lebih mengkhawatirkan, dua dari tiga karyawan masih mengalami kelelahan selama beberapa minggu setelah dinyatakan sembuh.
Pencegahan dan Deteksi Dini Kunci Utama
Prof. Samsuridjal menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini untuk mencegah kondisi darurat medis. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI telah merekomendasikan vaksin dengue dalam jadwal imunisasi dewasa untuk melindungi kelompok usia dewasa dan lansia.
Anak-Anak Masih Kelompok Paling Rentan
Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), Ketua Satgas Imunisasi IDAI, menjelaskan bahwa pada 2024 saja, 76% kasus dengue terjadi pada usia 5-44 tahun dengan proporsi kematian terbesar (53%) pada anak usia 5-14 tahun.
Peran Penting Orang Tua dan Pencegahan
Mengingat belum ada obat khusus untuk dengue, pencegahan menjadi aspek penting. Orang tua memiliki peran sentral dalam membawa anak berobat segera saat demam. Pencegahan terintegrasi meliputi menjaga kebersihan lingkungan, program 3M Plus, dan imunisasi bagi anak memenuhi syarat mulai usia empat tahun.
Kolaborasi untuk Zero Dengue Death 2030
dr. Asik Surya, Ketua Harian KOBAR Lawan Dengue, menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif untuk mencapai target Zero Dengue Death 2030. "Hanya dengan kepemimpinan yang kuat dan berbasis data, kita dapat beralih dari pendekatan reaktif menuju sistem prediktif dan preventif," tegasnya.
Berbagai pemangku kepentingan termasuk Takeda Pharmaceuticals berkomitmen mendukung upaya nasional memerangi dengue melalui inovasi berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Titip Pesan ke Jemaah Haji: Semoga Pulang Jadi Haji Mabrur
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan