Heboh di media sosial berujung pemecatan. Itulah yang dialami seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purbalingga. Penyebabnya? Sebuah status WhatsApp yang dinilai merendahkan.
Status itu bertuliskan 'Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur'. Ungkapan bernada kasar itu cepat menyebar. Tangkapan layarnya beredar, salah satunya diunggah akun Instagram @infopurbalingga.id. Reaksi warganet pun beragam, banyak yang menyayangkan.
Menanggapi gelombang kritik, sang pegawai akhirnya angkat bicara. Melalui unggahan yang disebarkan media sosial setempat, dia meminta maaf.
Begitu bunyi klarifikasi yang beredar pada Senin (16/3/2026) lalu.
Artikel Terkait
Uni Eropa Tegaskan Tolak Kirim Angkatan Laut ke Selat Hormuz
110 Jembatan di Riau Dibangun dari Dana CSR dan Yayasan, Diresmikan Hari Ini
Trump Tegaskan Israel Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir Lawan Iran
Polisi dan Sekuriti Gelar Apel Gabungan, Siapkan Pengamanan Lebaran 2026 di Deltamas Cikarang