Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%

- Selasa, 27 Januari 2026 | 20:42 WIB
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%

Alasannya cukup masuk akal. “Karena di beberapa tempat yang terdampak seperti Tapanuli Selatan dan Tamiang begitu masih hujan lagi, kemudian banjir lagi,” papar Dody.

“Jadi kami lebih fokus melakukan normalisasi Pak pada sungai-sungai tersebut. Dengan mengeruk, melakukan pengerukan, kemudian hasil pengerukan itu kita pakai sebagai tanggul sementara,” imbuhnya.

Normalisasi Sungai Baru Tembus Setengah, Target Oktober 2026

Nah, soal normalisasi sungai ini, progresnya kini mencapai 52 persen. Angka yang cukup signifikan, meski masih ada separuh jalan lagi. Target penyelesaiannya dipatok pada Oktober 2026.

“Tapi karena masih sangat panjang sungai-sungai yang terdampak, progres kami per hari ini baru baru mungkin mencapai 52%,” ujar Dody.

“Targetnya per Oktober 22–2026, kami sudah selesai menangani kurang lebih 77 sungai nasional yang terdampak dan 43 sungai daerah yang terdampak,” lanjutnya.

Melihat kondisi di lapangan, pemerintah juga sudah menyiapkan langkah jangka panjang. Mereka mengusulkan pembangunan sejumlah Sabo Dam dan Check Dam di ketiga provinsi itu. Infrastruktur pengendali sedimen ini ditargetkan selesai paling lambat Oktober 2028.

“Karena kami melihat bahwa proses perusakan hulu yang masih sangat besar,” jelas Dody mengenai alasan pembangunannya.

“Sehingga kami sudah mengidentifikasikan jika hujan masih sangat lebat di daerah hulu baik Aceh, Sumatera Utara maupun Sumatera Barat maka sedimen yang berupa pasir maupun kayu masih sangat mungkin turun ke daerah-daerah hilir,” paparnya.

“Maka kemudian kami mengusulkan pembangunan beberapa Sabo Dam dan Check Dam yang kami targetkan selesai selambatnya di Oktober 2028,” tegas dia.

Terakhir, soal pasokan air bersih. Sebanyak 176 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terdampak bencana. Kabar baiknya, hampir 70 persen di antaranya sudah berhasil dihidupkan kembali.

“Kami mengidentifikasi ada 176 SPAM yang terdampak, dan alhamdulillah sudah hampir 70% yang sudah bisa kita selesaikan,” tutur Dody.

“Dan kami targetkan semua bisa fungsional selambatnya tanggal 15 Februari 2026. Untuk permanen, kami menargetkan sampai dengan Agustus 2028,” pungkasnya menutup laporan.


Halaman:

Komentar