Di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Selasa lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan ajakan penting. Ia meminta pemerintah daerah, terutama jajaran Dinas Sosial di Kalimantan Selatan, untuk turun tangan dan aktif mengawasi proses penyaluran bantuan sosial. Bukan sekadar menunggu instruksi dari pusat.
“Jangan dianggap ini bansos pusat atau bansos daerah. Kita awasi bersama,” tegas Gus Ipul dalam audiensinya dengan para kepala dinas.
“Bantuan itu langsung ke rekening penerima manfaat dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun.”
Menurutnya, sistem penyaluran saat ini mengandalkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari BPS. Data ini, kata dia, sifatnya dinamis. Bukan sesuatu yang statis dan mati.
“Data ini tiap hari berubah,” ujarnya. “Karena setiap hari ada yang meninggal, ada yang lahir, ada yang pindah. Ada yang tiba-tiba jadi kaya, ada yang tiba-tiba jadi miskin.”
Ia lalu mencontohkan pilot project digitalisasi bansos di Banyuwangi tahun 2025. Hasil uji lapangan di sana menunjukkan perbedaan yang signifikan antara data lama dengan data yang sudah diperbarui. Temuan itu jadi dasar penting untuk perbaikan ke depan, agar bantuan tidak salah alamat.
“Setelah diuji di lapangan, tingkat kesalahannya bisa ditekan jauh lebih rendah,” jelas Gus Ipul.
“Target kita ke depan adalah menurunkan error data di bawah 10 persen. Supaya bantuan sosial benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.”
Karena itulah, pemutakhiran data menjadi tugas kolektif antara Kemensos dan dinas-dinas di daerah. Gus Ipul menekankan, perubahan data ini berdampak langsung. Pola penerimaan bansos pun berubah. Tidak ada lagi keluarga yang otomatis menerima bantuan terus-menerus sepanjang tahun. Penyaluran kini dilakukan bertahap per triwulan, berdasarkan data terbaru yang ada.
Artikel Terkait
Es Hunkwe Dituding Spons, TNI AD Buka Suara Soal Klarifikasi Viral
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Terjebak Agenda Trump Soal Palestina
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%
Guru Tangerang Selatan Dilaporkan Polisi Usai Tegur Murid di Lomba Sekolah