Ia tak berhenti di situ. Tekanan dalam suaranya jelas terdengar ketika menekankan pentingnya respons yang cepat. “DPR RI mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah cepat dan terkoordinasi dalam penanganan darurat, pemulihan pascabencana, serta peningkatan upaya mitigasi guna meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang,” tambahnya. Pesannya singkat tapi tegas: penanganan harus terukur, tidak boleh asal-asalan.
Setelah momen hening itu, rapat pun bergulir. Fokus beralih ke agenda pemungutan suara. Hari ini, setidaknya ada tiga hasil uji kelayakan dari berbagai komisi yang menunggu keputusan final sidang paripurna.
Yang paling banyak disorot adalah calon Deputi Gubernur BI. Komisi XI sudah lebih dulu menyepakati nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, untuk posisi itu. Jadi, rapat paripurna tinggal mengukuhkannya saja. Selain itu, ada juga hasil uji kelayakan dari Komisi II untuk calon anggota Ombudsman RI periode 2026-2031, serta dari Komisi VIII terkait calon anggota Baznas.
Nah, ada satu hal lagi yang menarik perhatian. Paripurna juga akan memutuskan soal penunjukan Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi. Keputusan ini tentu punya bobot politiknya sendiri, dan menjadi perhatian banyak pengamat yang mengikuti jalannya rapat.
Rapat berjalan terbuka untuk umum. Sekarang, tinggal menunggu hasil akhir pemungutan suara. Apakah semua calon yang diusulkan komisi akan lolos mulus? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Korupsi Kuota Haji: Ulah Oknum atau Cacat Sistem yang Berkepanjangan?
Misteri Whip Pink di Balik Kematian Mendadak Lula Lahfah
Pesawat Caravan Mendarat Darurat di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Selamat
Badai Salju Tewaskan Sepuluh Jiwa, Ratusan Ribu Rumah Gelap Gulita di AS