Armada Perang AS Bergerak
Lalu, bagaimana dengan Amerika Serikat? Situasinya terasa seperti rollercoaster. Awal pekan lalu, prospek perang sempat mereda setelah Gedung Putih menyatakan Iran menghentikan rencana eksekusi terhadap demonstran. Namun, angin berubah beberapa hari kemudian.
Trump sendiri yang mengonfirmasi bahwa persiapan militer terus berjalan. "Anda tahu kami mengirim banyak kapal ke arah sana, hanya untuk berjaga-jaga... Kami mengirim kekuatan besar menuju Iran," katanya. Gugus tempur kapal induk AS dikabarkan akan segera tiba di kawasan.
Sikap Tegas dari Teheran
Di sisi lain, Iran sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda gentar. Seorang pejabat senior Iran yang enggan disebut namanya memberikan peringatan yang gamblang. Mereka akan memperlakukan serangan apa pun sebagai "perang habis-habisan".
"Penumpukan kekuatan militer ini kami harap tidak ditujukan untuk konfrontasi nyata tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya berada dalam kesiagaan penuh di Iran," ujar pejabat tersebut.
Jadi, meski dua kekuatan regional penting UEA dan Arab Saudi telah menyatakan tak ingin terlibat, langkah diplomasi masih harus bersaing dengan dentuman persiapan perang. Kawasan ini sekali lagi menahan napas, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Refly Harun Duga Laporan Ijazah Jepang Paksa Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice
Imsak di Bandung Pukul 04.29 WIB, Azan Subuh 04.39 WIB
IKA Unhas Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kelurahan Barombong
IKA Unhas Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Barombong