Miing sendiri mengaku agak bingung membaca fenomena mutakhir. Ambil contoh kasus Pandji. Yang melaporkan bukan pemerintah, melainkan kelompok masyarakat lain yang berbeda haluan politik. Pemerintah sendiri mungkin tidak merasa terganggu, tapi ada saja pihak yang mempermasalahkannya.
Nah, di sinilah peran aparat menjadi kunci. Mereka punya pilihan: menindaklanjuti laporan itu atau mengabaikannya. Jadi, pemicu geraknya seringkali berasal dari laporan warga. Mirip-mirip dengan pola dulu, di mana ada kelompok masyarakat yang 'tugasnya' memang melaporkan kelompok lain ke aparat.
Dan aparat pun seolah bekerja sama dengan pola itu. Mereka terlihat hanya menindaklanjuti laporan, bukan mengada-ada. Tapi, coba perhatikan. Ketika ada laporan balik dari kelompok yang biasa dilaporkan, seringkali tidak ada tindakan. Seolah ada standar ganda yang berlaku.
Itulah kira-kira lika-liku politik kita hari ini. Semua serba rumit dan penuh kejutan. Entahlah mau dibawa ke mana.
(Erizal)
Artikel Terkait
Jembatan Bolong dan Trotoar Hancur: Aksi Pencuri Fasilitas Publik Mengancam Warga Jakarta
IKN di Ujung Tanduk: Kota Megah atau Kota Hantu?
Gelar Bergelimpang, Dompet Menipis: Ironi Lulusan Perguruan Tinggi
Panik di Internal PSI: Ahmad Ali Buru-buru Klarifikasi Soal Gibran Lawan Prabowo