Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:50 WIB
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung

Aktivitas Fisik yang Ekstrem

Olahraga itu sehat, tapi bagi yang punya bakat penyakit jantung tertentu, aktivitas fisik berlebihan bisa memicu lonjakan adrenalin yang justru berbahaya. Itu sebabnya kita kadang dengar kasus atlet yang kolaps di lapangan.

Ngomong-ngomong soal pencegahan, meski terkesan mendadak, sebenarnya risikonya bisa kita tekan. Kuncinya ada pada kesadaran dan gaya hidup.

Langkah-Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Pertama dan paling utama: jangan malas cek kesehatan rutin. Medical check-up, termasuk rekam jantung atau EKG, itu penting. Banyak masalah jantung yang nggak kasih gejala awal, jadi deteksi dini adalah senjata terbaik.

Kelola Faktor Risiko

Ini dasar banget sih, tapi sering diabaikan. Jaga tekanan darah dan kolesterol, berhenti merokok, dan perhatikan pola makan. Riset di jurnal The Lancet juga menyebut, mengendalikan faktor metabolik ini bisa secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung koroner yang merupakan gerbang menuju henti jantung.

Dengarkan Tubuh Sendiri

Saat berolahraga, perhatikan sinyal yang tubuh kirim. Nyeri dada, jantung berdebar tidak karuan, atau pusing hebat? Itu tanda untuk berhenti dan segera konsultasi ke dokter. Jangan dipaksain.

Pelajari Bantuan Hidup Dasar

Karena kejadiannya bisa di mana saja, pengetahuan soal CPR dan cara pakai AED (defibrillator otomatis) itu sangat berharga. Bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

Kematian Lula Lahfah adalah pengingat yang pahit bagi kita semua. Usia muda bukan tameng. Jantung butuh perhatian dan perawatan yang konsisten, bukan cuma saat sudah ada gejala.

Dengan lebih peduli dan waspada, kita bukan cuma berusaha memperpanjang umur, tapi juga menjaga kualitas hidup itu sendiri.


Halaman:

Komentar