Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:50 WIB
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung

Kabar meninggalnya penyanyi Lula Lahfah di usia yang masih sangat muda, 26 tahun, benar-benar mengejutkan banyak orang. Ternyata, penyebabnya adalah henti jantung mendadak. Bukan rumor overdosis yang sempat beredar.

Tim medis pribadi keluarga, melalui pernyataan dokter jantung Haryanto pada Sabtu lalu, sudah mengonfirmasi hal ini. Mereka menegaskan Lula wafat karena henti jantung, sebuah kondisi yang sering disebut sebagai 'silent killer' karena bisa menyerang diam-diam.

Nah, yang bikin ngeri, masalah ini nggak cuma untuk orang tua. Seperti yang kita lihat, anak muda pun bisa jadi korbannya. Lantas, apa sih sebenarnya henti jantung itu?

Beda dengan Serangan Jantung Biasa

Perlu dicatat, henti jantung mendadak atau Sudden Cardiac Arrest itu beda dengan serangan jantung yang umum kita dengar. Kalau serangan jantung lebih ke masalah penyumbatan aliran darah, henti jantung ini lebih ke soal "korsleting" pada sistem kelistrikan jantung. Ibaratnya, jantung tiba-tiba berhenti memompa.

Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak, terputus seketika. Kalau nggak ditangani dalam hitungan menit, akibatnya bisa fatal.

Lalu, apa pemicunya? Menurut sejumlah literatur medis, ada beberapa kondisi yang sering jadi biang kerok.

Penyakit Arteri Koroner

Ini penyebab yang paling umum. Plak yang menumpuk di pembuluh darah jantung bisa merusak otot dan mengacaukan sinyal listriknya.

Kardiomiopati

Di sini, otot jantungnya sendiri bermasalah bisa menebal atau melebar. Kondisi ini bikin jantung kesulitan bekerja normal dan rentan mengalami irama yang kacau.

Faktor Genetik

Ini yang seringkali tak terduga. Beberapa orang terlahir dengan sindrom genetik seperti Long QT Syndrome, yang membuat jantungnya rentan terhadap gangguan irama mematikan. Seringnya baru ketahuan setelah terjadi sesuatu.


Halaman:

Komentar