Polri Bagikan 450 Takjil Gratis ke Mahasiswa di Tiga Kampus Pekanbaru

- Rabu, 11 Maret 2026 | 20:50 WIB
Polri Bagikan 450 Takjil Gratis ke Mahasiswa di Tiga Kampus Pekanbaru

Suasana gerbang kampus di Pekanbaru sore itu mendadak ramai. Bukan demo, tapi rombongan polisi dari Polda Riau yang datang. Mereka 'ngabuburit' sambil membagikan ratusan bungkusan takjil gratis.

Menurut sejumlah saksi, aksi ini berlangsung serentak di tiga kampus: Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Hari Rabu petang, tanggal 11 Maret 2026. Rupanya, ini cara jajaran Polri menjalin kedekatan dengan para mahasiswa di Bumi Lancang Kuning.

Semua dimulai sekitar pukul setengah lima sore. Personelnya gabungan, datang dari berbagai direktorat Binmas, Intelkam, sampai Lantas. Mereka tak cuma berdiri. Mereka menyapa, bercakap-cakap, lalu menyerahkan takjil kepada mahasiswa dan warga yang lalu lalang menunggu bedug Magrib.

Antusiasme pun terlihat. Senyum dan terima kasih menjadi balasan untuk aksi simpatik itu.

Total ada 450 paket yang dibagikan. Caranya santai tapi penuh perhatian. Sambil menyerahkan takjil, petugas menyelipkan imbauan singkat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Nuansanya kekeluargaan, jauh dari kesan kaku.

"Ini bentuk kepedulian kami untuk adik-adik mahasiswa yang sedang berpuasa," jelas Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

"Sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara Polri dan dunia pendidikan," tambahnya.

Di sisi lain, kehadiran personel Lantas juga punya manfaat praktis. Mereka turun tangan mengatur arus lalu lintas yang biasanya padat di jam pulang kampus. Semua berjalan lancar.

Kegiatan berakhir ketika langit mulai memerah. Tepat sebelum azan Magrib berkumandang, situasi tetap aman dan terkendali. Para polisi pun berpamitan, meninggalkan kesan yang jauh berbeda dari citra mereka yang seringkang formal.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar