Bagi yang baru terjun ke dunia padel, mungkin semua bola terlihat sama. Padahal, kenyataannya tidak begitu. Kualitas bola bisa jadi penentu utama dalam sebuah pertandingan. Karakteristiknya yang berbeda-beda sangat mempengaruhi kecepatan, pantulan, dan kontrol permainan. Memilih bola yang tepat bisa meningkatkan stabilitas reli dan meminimalkan kesalahan teknis. Itulah mengapa, pengetahuan soal bola padel ini penting, baik untuk pemula maupun yang sudah profesional.
Setiap detail kecil punya peran. Mulai dari tekanan udara di dalamnya hingga jenis kain felt yang membungkusnya. Nah, artikel ini akan mengupas tuntas karakteristik, standar, dan ketahanan bola padel berdasarkan penggunaannya di lapangan.
Mengenal Karakteristik Bola Padel
Bagian dalam bola padel selalu terbuat dari karet. Untuk produk modern, biasanya diisi dengan gas atau nitrogen. Tujuannya jelas: menjaga tekanan udara agar pantulannya tetap konsisten.
Menurut sejumlah sumber di toko peralatan padel, perbedaan utama justru terletak pada lapisan luarnya, yaitu felt. Felt ini ada yang dari serat alami seperti wol, ada juga yang sintetis. Masing-masing memberikan sensasi pukulan yang berbeda di raket.
Dalam praktiknya, kita mengenal dua jenis utama berdasarkan kecepatan. Pertama, bola berkecepatan tinggi. Bola jenis ini punya tekanan lebih besar dan felt yang lebih pendek, sehingga pantulan dan lajunya lebih kencang. Cocok untuk pemain tingkat menengah ke atas.
Di sisi lain, ada bola bertekanan lebih rendah dengan felt lebih panjang. Hasilnya? Permainan jadi lebih lambat dan terkontrol. Jenis ini ideal untuk pemula atau saat latihan teknik dasar.
Standar Teknis yang Wajib Dipenuhi
Agar bisa disebut sebagai bola padel resmi, ada sejumlah aturan baku yang harus dipatuhi. Salah satunya uji pantulan. Bola dijatuhkan dari ketinggian 2,54 meter dan harus memantul kembali ke ketinggian 135 hingga 145 sentimeter.
Bobotnya juga diatur ketat, antara 56 sampai 59,4 gram. Tekanan udaranya sendiri berkisar di 4,6 hingga 5,2 kilogram per sentimeter persegi. Sementara untuk diameternya, harus berada di rentang 6,35 hingga 6,77 sentimeter.
Spesifikasi teknis ini bukan tanpa alasan. Tujuannya untuk memastikan permainan berlangsung seimbang dan adil bagi semua pihak.
Artikel Terkait
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan
Prabowo di Davos: Diplomasi Ekonomi dan Langkah Berani di Panggung Retak