ujar Yohan dalam sebuah keterangan tertulis.
Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak juga diperketat. BPBD tak bekerja sendirian; mereka menggandeng Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Tugasnya beragam: dari menyedot air, memastikan saluran lancar, hingga menyiapkan bantuan dasar bagi warga yang terdampak. Targetnya jelas: genangan harus surut secepat mungkin.
Meski begitu, kewaspadaan tak boleh kendur. BPBD mengingatkan warga untuk tetap hati-hati terhadap potensi genangan susulan atau cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu. Bagi yang menghadapi keadaan darurat, layanan 24 jam di nomor 112 siap dihubungi, gratis.
Jadi, meski langit sudah lebih bersahabat, Jakarta masih harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang terakhir.
Artikel Terkait
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan