Nama Hogi Minaya (43) tiba-tiba mencuat ke permukaan. Warga Sleman, Yogyakarta ini jadi sorotan setelah Komisi III DPR memanggil Kapolresta Sleman dan Kajari setempat. Pemanggilan itu dijadwalkan Rabu, 28 Januari 2026 mendatang.
Semua ini berawal dari sebuah insiden yang berakhir tragis. Hogi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang. Namun, ceritanya tak sesederhana itu. Dua orang yang tewas itu bukan korban biasa. Mereka adalah pelaku penjambretan yang baru saja merampas tas istrinya, Arista Minaya (39). Hogi mengejar mereka.
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, mengungkapkan rencana pemanggilan itu lewat Instagram. Suaranya terdengar prihatin.
"Nanti tanggal 28 Januari, hari Rabu, kami akan memanggil Kapolres Sleman, Kajati Sleman, dan Pak Hogi beserta kuasa hukumnya," ujarnya.
Menurut Habiburokhman, kronologi kejadiannya jelas. Hogi mengejar, si penjambret panik. Mereka yang hilang kendali dan menabrak tembok, bukan ditabrak oleh Hogi.
"Dalam peristiwa pengejaran tersebut, si jambret menabrak tembok dan keduanya tewas. Jadi bukan ditabrak oleh si Pak Hogi ini," ungkapnya tegas.
Namun begitu, hukum tetap berjalan. Hogi dikenai Pasal 310 ayat (4) dan Pasal 311 UU LLAJ. Ancaman hukumannya mencapai 6 tahun penjara. Habiburokhman heran, bahkan mempertanyakan dasar penyerahan berkas ke pengadilan oleh Kejaksaan.
"Kami berharap Pak Hogi bisa mendapatkan keadilan," terangnya. Pemanggilan pejabat itu bagian dari upaya mencari kejelasan. "Komisi III DPR memandang perkara ini perlu dilihat secara jernih dan adil, tidak semata-mata membaca pasal, tetapi juga mempertimbangkan nurani dan konteks peristiwa," tandasnya.
Lalu, siapa sebenarnya Hogi Minaya?
Pria berusia 43 tahun ini tinggal di Kalasan, Sleman. Pekerjaannya sehari-hari cukup sederhana: berjualan jajanan pasar. Kisahnya dimulai pada 26 April 2025. Saat itu, istrinya, Arista, memintanya mengambil barang dagangan di daerah Berbah. Hogi berangkat naik mobil, sementara Arista menyusul dengan motor ke Pasar Pathuk untuk mengambil pesanan lain.
Tak disangka, mereka bertemu di Jembatan Layang Janti. Di situlah malapetaka terjadi. Dua orang berboncengan motor mendadak memepet Arista dan merampas tasnya.
"Saya itu spontan teriak jambret. Tapi saya nengok ke belakang itu, di situ bener-bener enggak ada orang Mas. Cuman saya sendiri yang naik motor dan cuman suami saya," kenang Arista.
Melihat itu, Hogi langsung membalikkan mobilnya dan mengejar. Pengejaran berakhir tragis saat motor pelaku oleng, menabrak tembok, dan keduanya terpental. Mereka tewas di tempat.
"Motor dan jambretnya itu terpental. Bahkan yang satu itu masih pegang cutter pada waktu posisi tengkurap," urai Arista menggambarkan suasana mencekam saat itu.
Pasca kejadian, Hogi kooperatif menjalani proses hukum. Kasus penjambretannya gugur karena pelaku meninggal. Tapi kasus kecelakaannya berlanjut. Dua tiga bulan kemudian, dia resmi jadi tersangka. Kini, dia berstatus tahanan luar dengan gelang GPS melingkar di pergelangan kaki.
"Saya enggak mau suami saya (ditahan) karena bukan kriminal. Suami saya melakukan untuk melindungi istrinya," kata Arista dengan nada membela.
Di sisi lain, upaya rekonsiliasi juga dijalani. Arista bahkan telah meminta maaf kepada keluarga kedua penjambret dalam sebuah mediasi yang difasilitasi Kejari Sleman.
"Intinya, kejadian pada saat itu di luar kendali kami semua. Saya juga telah menyampaikan minta maaf," ucapnya.
Gelombang dukungan pun mengalir. Pengacara kondang Hotman Paris menyatakan kesiapannya untuk membela Hogi melalui akun Instagramnya.
"Tim Hotman 911 siap memberikan bantuan hukum! Agar keluarganya hub Tim Hotman 911," tulisnya.
Sementara dari kepolisian, Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Mulyanto berusaha memberikan penjelasan. Penetapan tersangka, katanya, adalah hasil proses panjang. Bukan keputusan gegabah.
"Kami tidak pada pihak siapa atau siapa," tuturnya. "Tolong juga dipertimbangkan bahwasanya di situ ada korban meninggal dua. Kami hanya pengin memberikan kepastian hukum terhadap perkara ini."
Nada Mulyanto berusaha tenang, mencoba menempatkan diri di tengah. Tapi bagi keluarga Hogi, ini adalah perjuangan untuk membela tindakan spontan seorang suami yang hanya ingin melindungi istrinya dari kejahatan.
Artikel Terkait
AC Milan vs Juventus Imbang Tanpa Gol, Peluang Liga Champions Terancam
Inter Milan Gagal Pertahankan Keunggulan Dua Gol, Ditahan Imbang Torino 2-2
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara
Lille Kalahkan Paris FC 1-0 Lewat Penalti, Kokoh di Papan Atas Ligue 1