Dari jumlah itu, enam di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Satu kantong berisi bagian tubuh, sementara tiga sisanya masih dalam tahap pemeriksaan mendalam. Prosesnya memang tidak mudah.
Hendra menjelaskan, tim DVI Polda Jabar bekerja sama dengan tim SAR gabungan berusaha maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan akibat cuaca. Mereka membandingkan data ante-mortem dan post-mortem untuk memastikan setiap identitas.
"Untuk bagian tubuh seperti tangan, kami punya pembanding sidik jari sehingga lebih cepat teridentifikasi. Sedangkan bagian lain, misalnya kaki, masih dalam proses yang sama," tambahnya.
Suasana di lokasi terasa berat. Di balik data dan angka, ada duka yang mendalam bagi keluarga yang menunggu kabar. Laporan dari Antara pun menggambarkan betapa bencana ini telah menyisakan luka yang dalam bagi masyarakat setempat.
Artikel Terkait
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan
Prabowo di Davos: Diplomasi Ekonomi dan Langkah Berani di Panggung Retak