HS bukan penjahat kaleng-kaleng. Dia buronan Interpol. Upaya pelariannya sampai ke Turki pun akhirnya gagal. Rabu, 21 Januari 2026, tangannya berhasil diborgol.
Jaringannya ternyata luas dan terorganisir. Pria ini diduga punya peran strategis, memfasilitasi penyelundupan lewat jalur laut dengan memanfaatkan lokasi geografis Aceh. Operasinya berskala internasional.
Lalu, bagaimana dengan nasib warga Rohingya yang jadi korban? Untung membeberkan, sebagian besar mereka sebenarnya ingin keluar dari Bangladesh. Indonesia cuma tempat singgah sementara.
“Warga Rohingya ini banyak yang ingin keluar dari Bangladesh. Indonesia itu hanya transit,” ujarnya.
Tujuan akhir mereka, kata Untung, adalah Australia atau Malaysia. Mencari kehidupan yang lebih baik, mungkin. Namun, perjalanan yang seharusnya penuh harapan itu malah dieksploitasi oleh orang seperti HS untuk keuntungan pribadi.
Artikel Terkait
Suara Gaza yang Tak Bisa Dibungkam: Mosab Abu Toha dan Seruan untuk Menentukan Nasib Sendiri
Harta Rp 15,38 Miliar Letkol Teddy, Mayoritas dari Hibah Properti
Gus Baha Sindir Kebiasaan NU Memaksakan Dalil yang Tak Jelas Juntrungnya
Misteri Ijazah Jokowi dan Klaim Bukan Orang yang Sebenarnya