JAKARTA – Seorang warga negara Indonesia akhirnya dicokok polisi. Dia diduga jadi otak perdagangan manusia yang melibatkan pengungsi Rohingya. Inisialnya HS, dan perannya dalam jaringan ini disebut-sebut sangat krusial.
Brigjen Untung Widyatmoko dari Divisi Hubinter Polri membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, HS bertindak sebagai koordinator.
“Koordinator TPPO warga Rohingya ke luar negeri,” tegas Untung saat dikonfirmasi, Jumat lalu.
Pelaku ini orang Aceh. Modus operasinya, dia memasukkan rombongan warga Rohingya lewat perairan Aceh. Tapi, Indonesia bukan tujuan akhir. Dari sini, korban-korban itu kemudian disalurkan lagi ke berbagai negara.
“Dia memasukkan banyak warga Rohingya ke Aceh. Kemudian disalurkan ke Malaysia, Kuala Lumpur, hingga India. Ada beberapa negara tujuan,” jelas Untung.
Yang lebih keji, ini bisnis. “Dia menjual jasa per kepala warga Rohingya,” tambahnya. Tarif per orang, tentu saja, tidak disebutkan.
Artikel Terkait
Suara Gaza yang Tak Bisa Dibungkam: Mosab Abu Toha dan Seruan untuk Menentukan Nasib Sendiri
Harta Rp 15,38 Miliar Letkol Teddy, Mayoritas dari Hibah Properti
Gus Baha Sindir Kebiasaan NU Memaksakan Dalil yang Tak Jelas Juntrungnya
Misteri Ijazah Jokowi dan Klaim Bukan Orang yang Sebenarnya