Jakarta Selatan menyusul dengan 66 RT yang tergenang. Daerah seperti Petogogan dan Pela Mampang termasuk yang cukup parah. Di Cipulir, genangan bahkan mencapai 120 cm. Sementara di Jakarta Timur, Kampung Melayu dan Cipinang Melayu jadi sorotan dengan ketinggian air yang juga mengkhawatirkan.
Di sisi lain, Jakarta Pusat dan Utara terdampak lebih sedikit, masing-masing 5 RT dan 2 RT. Tapi tetap saja, ini mengganggu aktivitas warga.
Bagi yang rumahnya tak lagi layak huni, sejumlah titik pengungsian telah disiapkan. Di Jakarta Barat, warga mengungsi di Masjid Jami Al Khaeer dan Aula Rusunawa KS Tubun. Jakarta Pusat menampung pengungsi di beberapa RPTRA dan fasilitas warga. Sementara di Jakarta Timur, Masjid Al Muqorrobin di Cipinang Melayu menjadi tempat penampungan.
Lalu lintas pun tak luput dari gangguan. Setidaknya 16 ruas jalan masih tergenang, dari Jakarta Barat hingga Utara. Beberapa titik seperti Jl. Strategi Raya dan Jl. Basoka Raya di Joglo, Jakarta Barat, genangannya mencapai 50 cm. Meski ada yang hanya 10-15 cm, tetap berpotensi merusak kendaraan dan mengacaukan arus lalu lintas.
Intinya, situasi belum benar-benar normal. Warga diimbau untuk terus berhati-hati dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.
Artikel Terkait
Mooncake di Imlek 2026: Simbol Kebersamaan yang Lahir dari Pemberontakan Rahasia
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Strategi atau Penyimpangan Prinsip?
Siklon Tropis Luana Menguat, BMKG Imbau Waspada Dampak Gelombang Tinggi
Hujan Deras Landa Bekasi, Delapan Kecamatan Terendam dan Longsor Mengancam