Hasilnya? Raja Janus beserta sekitar 3.000 tentaranya digiring ke Kairo untuk diadili. Sang raja dipermalukan dengan diikat rantai dan ditunggangkan keledai di hadapan Sultan. Setelah dipaksa bersujud, ia ditahan selama sepuluh bulan. Baru dibebaskan setelah para penguasa Eropa mengumpulkan tebusan, dengan syarat-syarat yang berat.
Pertama, Siprus harus tunduk di bawah pemerintahan otonom Sultan. Kedua, mereka wajib bayar denda 200.000 dinar emas. Dan yang ketiga, harus menyetor upeti tahunan 20.000 dinar emas ke Mesir. Uniknya, kewajiban membayar upeti itu bertahan lama, hampir seabad, jauh setelah Sultan Barsbay wafat.
Nah, kalau Maduro dituduh terlibat dengan kartel narkoba, Janus dihukum karena diduga menyuburkan pembajakan. Polanya mirip: penguasa yang punya kekuatan nyata, tak segan menegakkan hukum dengan tangannya sendiri. Dunia memang sering kali hanya menghormati kekuatan. Seperti kata pepatah, only the strong yang didengarkan.
Pernah ada kutipan sinis yang layak direnungkan di sini. "The weak crumble, are slaughtered and are erased from history while the strong, for good or for ill, survive," bunyinya.
"Yang kuat dihormati. Aliansi dibangun bersama mereka, dan perdamaian akhirnya juga diteken dengan mereka."
-Saief Alemdar-
Artikel Terkait
Saksi Kunci UGM Bantah Wajah di Ijazah Jokowi: Tidak Sama dengan yang Salaman Saya
Jakarta Terapkan Belajar dan Bekerja dari Rumah, Antisipasi Cuaca Ekstrem
Drama Keluarga Denada: Gugatan Rp7 Miliar dan Kisah Anak yang Dibuang
WFH Jadi Andalan Jakarta Hadapi Cuaca Ekstrem