Laga Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang dan Persikaba Blora pekan lalu berakhir dengan insiden yang memilukan. Suasana panas di lapangan tiba-tiba berubah mencekam saat kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, melancarkan tendangan keras ke arah pemain Persikaba, Rizal Dimas.
Benturannya terdengar keras. Rizal langsung terkapar, tak bergerak. Pertandingan pun terhenti total. Tim medis berlarian masuk, suasana di tribun mendadak senyap. Penonton menahan napas menyaksikan pemain itu dievakuasi dengan tandu untuk dirujuk ke rumah sakit. Kekhawatiran akan cedera serius, terutama patah tulang, menggantung di udara.
Menurut sejumlah saksi, duel perebutan bola itu memang berlangsung sengit. Namun, tindakan Raihan dinilai sudah jauh melampaui batas. Tendangannya dianggap brutal dan sama sekali di luar konteks permainan.
Nah, respons dari PSSI pun datang tak tanggung-tanggung. Komisi Disiplin mereka baru saja mengeluarkan keputusan yang mengguncang: Raihan Alfariq dihukum larangan bermain seumur hidup. Putusan ini jelas sebuah gebrakan. PSSI menilai aksi sang kiper sebagai pelanggaran berat yang membahayakan nyawa dan menginjak-injak prinsip fair play.
Tapi kiper itu bukan satu-satunya yang kena imbas. Wasit yang memimpin pertandingan juga kena sanksi. Dia dianggap lalai karena gagal mengambil kendali dan tidak bertindak tegas saat insiden terjadi. Akibatnya, dia dihukum larangan memimpin pertandingan selama satu tahun penuh. Ini semacam peringatan keras buat para wasit, terutama di kompetisi daerah, untuk lebih berani dan waspada.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode
Barcelona Incar Haaland Meski Kontrak di City Masih Panjang
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia
Sydney Sweeney Pamer Skill Sepak Bola di Stadion Sporting CP Usai Pertandingan