Namun begitu, cerita yang berembus kencang di Instagram dan platform lain justru berbeda 180 derajat. Banyak akun menyebarkan kisah bahwa pelaku merekam aksi tak senonohnya. Rekaman itu lalu dijadikan alat untuk mengancam dan memeras korban sebesar Rp200 juta, saat sang gadis memutuskan hubungan. Narasi inilah yang kemudian jadi bensin bagi hoaks berikutnya.
Jerat Link Palsu dan Eksploitasi Rasa Penasaran
Isu pemerasan pakai video rekaman itu lantas dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggung jawab. Mereka menyulapnya jadi umpan. Klaimnya, rekaman "bocor" dan bisa diakses di internet. Hasilnya? Publik pun berlomba mencari tahu, tanpa sadar masuk perangkap.
Faktanya, kalau kamu cari di TikTok atau platform lain, yang muncul cuma video-video berita soal penahanan tersangka. Itu pun sering dibumbui teks provokatif yang bilang ada "bukti rekaman yang disembunyikan". Akun-akun ini biasanya mengaku punya video lengkapnya dan mengajakmu untuk klik link di bio mereka.
Ini modus klasik yang tetap berbahaya. Link yang ditawarkan itu bisa mengarah ke mana saja: situs phishing pencuri data, penyebar malware yang merusak ponsel, iklan penipu, atau bahkan konten ilegal lainnya. Intinya, bahaya.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Pertama, jangan gampang percaya sama klaim adanya "link video". Sampai detik ini, polisi belum mengonfirmasi keberadaan video pemerasan tersebut. Kedua, jangan asal klik link dari akun yang tidak jelas. Keamanan data dan perangkatmu jauh lebih penting.
Ketiga, cobalah untuk lebih menghormati korban dan proses hukum yang sedang berjalan. Menyebarkan konten eksploitasi anak jika itu benar ada adalah kejahatan juga. Alih-alih memenuhi rasa penasaran, lebih baik beri dukungan untuk pemulihan korban.
Terakhir, selalu utamakan sumber berita yang resmi dan kredibel. Konfirmasi informasi dari kanal kepolisian atau media yang sudah terpercaya. Jangan sampai kita jadi korban kedua, hanya karena tergoda sebuah link.
Artikel Terkait
Korban Terakhir Kecelakaan Maut Adamuz Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas Genap 45 Jiwa
Prabowo di Davos: Tanpa Pendidikan yang Memadai, Negara Bisa Gagal
Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4
Angke Hulu Siaga 1, 132 RT di Jakarta Terendam Banjir