Prabowo Teken Piagam Perdamaian di Davos, Soroti Peluang Damai Gaza

- Kamis, 22 Januari 2026 | 19:48 WIB
Prabowo Teken Piagam Perdamaian di Davos, Soroti Peluang Damai Gaza

Di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk bergabung dengan inisiatif yang digagas Presiden AS, Donald Trump, itu. Lantas, apa alasan di balik keputusan tersebut?

Menurut Prabowo, ini bukan sekadar soal keikutsertaan. Di tengah situasi yang pelik, ia melihat adanya sebuah peluang nyata. “Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujarnya di Swiss, Kamis lalu.

Ia meyakini, lewat dewan yang diisi negara-negara yang punya niat baik, jalan menuju penyelesaian konflik Israel-Palestina bisa terbuka. “Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina,” tutur Prabowo, merangkum semangat para anggota dewan.

Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti kondisi di lapangan yang menurutnya mulai membaik. Penderitaan warga Gaza, katanya, sudah jauh berkurang. Gelombang bantuan kemanusiaan yang deras disebutnya telah memberikan efek yang signifikan.

“Penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar sudah masuk,” jelasnya.

Namun begitu, kondisi itu justru memantapkan tekadnya. Ia merasa Indonesia tidak boleh hanya berdiam. Keinginannya adalah agar negeri ini terlibat langsung, berkontribusi lebih nyata untuk membantu Palestina. “Saya sangat berharap Indonesia bisa ikut serta,” tekan Prabowo.

Pembentukan dewan ini sendiri disaksikan langsung oleh Prabowo di Davos. Dengan menandatangani piagamnya, Indonesia resmi mengambil peran dalam upaya kolektif yang digadang-gadang akan fokus pada penciptaan perdamaian di Gaza.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar