Di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk bergabung dengan inisiatif yang digagas Presiden AS, Donald Trump, itu. Lantas, apa alasan di balik keputusan tersebut?
Menurut Prabowo, ini bukan sekadar soal keikutsertaan. Di tengah situasi yang pelik, ia melihat adanya sebuah peluang nyata. “Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujarnya di Swiss, Kamis lalu.
Ia meyakini, lewat dewan yang diisi negara-negara yang punya niat baik, jalan menuju penyelesaian konflik Israel-Palestina bisa terbuka. “Siapa yang ingin perdamaian di situ, siapa yang ingin bantu rakyat Gaza, rakyat Palestina,” tutur Prabowo, merangkum semangat para anggota dewan.
Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti kondisi di lapangan yang menurutnya mulai membaik. Penderitaan warga Gaza, katanya, sudah jauh berkurang. Gelombang bantuan kemanusiaan yang deras disebutnya telah memberikan efek yang signifikan.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Tegas Hukum, Genjot SDM, dan Gaungkan Perdamaian
Genangan Lutut Masih Selimuti Daan Mogot, Pengguna Jalan Diminta Cari Jalur Lain
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari
Korban Terakhir Kecelakaan Maut Adamuz Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas Genap 45 Jiwa