Bagi karyawan level bawah sih mungkin tidak terlalu masalah. Dapat pekerjaan saja sudah syukur, apalagi kalau dikasih libur, pasti senang. Tapi yang pusing itu pemilik dapur. Mereka wajib menjaga agar argo terus mengalir deras. Terus-terusan, tanpa jeda. Pokoknya harus tetap ada kiriman, mau dimakan atau tidak, mau ada murid atau enggak. Semacam pesta pora yang tak boleh padam.
Gimana, mau skip dari argo satu triliun per hari? 🙂
(Tere Liye)
Artikel Terkait
Anwar Usman Buka Suara Soal Polemik Raja Bolos di MK
Takziah Berujung Ricuh: Wanita Diamankan Usai Curi Uang Sumbangan Duka
Jakarta Kebanjiran Lagi, 17 Ruas Jalan dan 12 RT Terendam
LP3I Depok Gelar Workshop, Bantu Guru Rakit Portofolio Digital