Teknologi, Kapal, dan Komitmen Baru
Kembali ke soal kemitraan strategis, Prabowo tampak serius memandang Inggris sebagai mitra kunci. “Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita,” ujarnya di Lancaster House.
Alasannya jelas. Negeri Ratu Elizabeth itu punya teknologi dan kekuatan finansial yang digdaya, plus minat investasi yang besar ke Indonesia. “Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” tambah Prabowo.
Kerja sama konkretnya meluas ke sektor maritim. Inggris berkomitmen mendukung Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan dan merevitalisasi desa-desa nelayan. “Ini sangat strategis bagi kita,” tegas Prabowo. Ia mengingatkan, tiga perempat wilayah Indonesia adalah laut, sementara konsumsi protein rakyatnya masih perlu ditingkatkan. Program ini diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sektor kelautan.
Gebrakan di Bidang Pendidikan: 10 Kampus dan Sekolah Rakyat
Tak cuma bisnis dan lingkungan, Prabowo juga punya agenda besar di bidang pendidikan. Dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable, ia melontarkan undangan terbuka.
“Kita ingin mengajak kerja sama nanti,” katanya, mengajak universitas terkemuka Inggris untuk membantu mendirikan 10 universitas baru di Indonesia. Ia ingin standar pendidikan setinggi universitas terbaik Inggris diterapkan di sini, khususnya di bidang kedokteran, sains, dan teknologi.
Latar belakangnya mendesak. Indonesia disebut masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara lulusan per tahunnya hanya sekitar 9 ribu. “Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” ucapnya.
Selain soal kampus, Prabowo juga memamerkan program ‘Sekolah Rakyat’ atau sekolah berasrama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini sudah 166 sekolah yang beroperasi. “Saya rasa ini satu-satunya cara untuk memutus... lingkaran kemiskinan,” paparnya.
Ada juga rencana sekolah berasrama untuk siswa berprestasi dan sekolah terpadu untuk kalangan menengah. Ditambah dengan program pengajaran digital jarak jauh, Prabowo berharap bisa mengejar ketertinggalan standar pendidikan. “Jadi semua sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses ke guru-guru terbaik,” terangnya.
Bagi Prabowo, semua ini bermuara pada satu keyakinan. “Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa.” Di abad ke-21 yang dikuasai ilmu pengetahuan dan teknologi ini, pendidikan baginya adalah instrumen utama mengatasi kemiskinan dan menciptakan keadilan.
Artikel Terkait
Gunung Emas Baru Arab Saudi: Rp570 Triliun Menganga di Bawah Padang Pasir
Hujan Lebat dan Angin Kencang Guyur Jabodetabek, BMKG Tetapkan Status Siaga
Turki Ubah Ancaman di Perbatasan Jadi Kemenangan Geopolitik di Suriah
Murur dan Tanazul: Pemerintah Siapkan Skema Baru Atur Arus Jemaah Haji 2026