Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer

- Rabu, 21 Januari 2026 | 23:25 WIB
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer

Di ruang rapat Kompleks Parlemen, Senayan, suasana sempat tegang. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, tak bisa menyembunyikan keheranannya. Dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Gizi Nasional, Selasa lalu, ia membeberkan sebuah ironi yang menurutnya sudah tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Nasib para pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata jauh lebih baik dibandingkan dengan guru honorer dan banyak tenaga kesehatan.

Edy memaparkan, status kepegawaian yang diberikan kepada staf SPPG banyak di antaranya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru mencerminkan kondisi ideal. "Contoh yang bagus," ujarnya. Menurut legislator dari PDIP itu, tiga hal utama dalam ketenagakerjaan sudah terpenuhi di sana: perintah kerja yang jelas, upah, dan status. Itu standar tinggi yang seharusnya jadi acuan.

Ia pun menegaskan, "Jadi ini contoh yang baik bagi negara. Kalau ingin mengambil karyawan, statusnya harus jelas."


Halaman:

Komentar