Selanjutnya, Marc Palahi selaku CEO Circular Bioeconomy Alliance maju. Ia memberikan penjelasan singkat mengenai tujuan pertemuan filantropi ini kepada Prabowo dan Raja Charles. Intinya jelas: menyelamatkan Gajah Peusangan atau Gajah Sumatera dari ancaman kepunahan.
Usai penjelasan, kedua tokoh itu kemudian bergerak menuju Grand Hall. Mereka akan menghadiri sesi penutup rangkaian pertemuan yang sebenarnya telah berjalan sejak pagi. Kehadiran mereka, menurut sejumlah pihak yang terlibat, memang sengaja difokuskan pada bagian akhir acara untuk memberi penekanan.
Lantas, apa makna dari kehadiran dua pemimpin negara ini? Menurut keterangan resmi dari Biro Pers Sekretariat Presiden, kehadiran Prabowo dan Raja Charles bukan sekadar formalitas. Ini adalah simbol dukungan politik dan moral yang kuat. Dukungan itu ditujukan untuk upaya konservasi gajah sekaligus penguatan kemitraan internasional di bidang pelestarian alam.
Program konservasi ini sendiri punya target yang konkret. Mereka ingin menciptakan koridor aman untuk satwa liar, mengurangi konflik antara manusia dan gajah yang kerap memakan korban, serta tentu saja melindungi sisa-sisa habitat penting yang masih ada. Pendekatannya pun holistik, tidak hanya fokus pada satwanya. Rehabilitasi hutan dan melibatkan masyarakat lokal menjadi bagian kunci dari strategi jangka panjang ini.
Acara penting ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan Indonesia. Tampak hadir Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Anggota DPR RI Budi Djiwandono juga hadir mendampingi. Tak ketinggalan, Duta Besar RI untuk Inggris, Desra Percaya, turut berada di lokasi memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.
Artikel Terkait
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Kesiapan Indonesia Hadapi Perang Berlarut
Kotak Kayu Mirip Pocong di Kulon Progo Ternyata Cuma Berisi Tanah
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI
Tiga Polisi Bengkalis Diciduk Saat Pesta Narkoba di Hotel