Setelah lima hari pencarian intensif di lereng Gunung Bulusaraung, kabar baik akhirnya datang. Tim SAR gabungan berhasil mengamankan kedua black box pesawat yang jatuh di perbatasan Maros-Pangkep itu. Penemuannya terjadi Rabu pagi, tepatnya sekitar pukul 11.00 WITA, tak jauh dari badan pesawat yang sudah hancur.
Ngomong-ngomong soal black box, sebutan ini agak menyesatkan. Benda yang jadi kunci investigasi ini justru berwarna oranye terang. Tujuannya jelas, biar mudah terlihat di antara puing-puing atau rerimbunan hutan.
Muhammad Arif Anwar, yang menjabat sebagai SAR Mission Coordinator, mengonfirmasi penemuan ini. Menurutnya, ini adalah titik terang yang sangat dinantikan.
Dia lalu membeberkan fungsi masing-masing kotak penyelamat itu. FDR itu ibarat pencatat data teknis yang rajin. Ia merekam segalanya: ketinggian, kecepatan, arah terbang, sampai bagaimana mesin bekerja sebelum kejadian. Data inilah yang nantinya akan dirangkai ulang untuk mengungkap kronologi sebenarnya.
Artikel Terkait
Hakim Anwar Usman Buka Suara soal Polemik Absensi: Saya Sakit, Bukan Bolos
Tim SAR Temukan Korban Ketiga di Gunung Bulusaraung
Bayi Laki-laki dengan Tali Pusar Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Cengkareng
Didu Tantang Prabowo: Rebut Kedaulatan atau Negara Bubar