Setelah lima hari pencarian intensif di lereng Gunung Bulusaraung, kabar baik akhirnya datang. Tim SAR gabungan berhasil mengamankan kedua black box pesawat yang jatuh di perbatasan Maros-Pangkep itu. Penemuannya terjadi Rabu pagi, tepatnya sekitar pukul 11.00 WITA, tak jauh dari badan pesawat yang sudah hancur.
Ngomong-ngomong soal black box, sebutan ini agak menyesatkan. Benda yang jadi kunci investigasi ini justru berwarna oranye terang. Tujuannya jelas, biar mudah terlihat di antara puing-puing atau rerimbunan hutan.
Muhammad Arif Anwar, yang menjabat sebagai SAR Mission Coordinator, mengonfirmasi penemuan ini. Menurutnya, ini adalah titik terang yang sangat dinantikan.
Dia lalu membeberkan fungsi masing-masing kotak penyelamat itu. FDR itu ibarat pencatat data teknis yang rajin. Ia merekam segalanya: ketinggian, kecepatan, arah terbang, sampai bagaimana mesin bekerja sebelum kejadian. Data inilah yang nantinya akan dirangkai ulang untuk mengungkap kronologi sebenarnya.
Artikel Terkait
Yusril Soroti Kontradiksi Putusan MK Soal Jabatan Polisi Aktif
Pemerintah Targetkan Aturan Penempatan Polisi Aktif di Jabatan Sipil Rampung Awal 2026
Kajari Sampang Dibawa ke Jakarta, Bupati Hanya Diperiksa di Lokal
Karung Hijau dan Uang Rp 2,6 Miliar: Kisah Suap Jabatan di Pati