Iran Serang Pangkalan AS di Bahrain sebagai Balasan atas Serangan ke Pabrik Desalinasi Qeshm

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 23:40 WIB
Iran Serang Pangkalan AS di Bahrain sebagai Balasan atas Serangan ke Pabrik Desalinasi Qeshm

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menuding pasukan Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap sebuah pabrik desalinasi di Pulau Qeshm. Padahal, fasilitas itu fungsinya vital: mengubah air laut menjadi air minum yang layak konsumsi.

Menurut Araghchi, aksi AS ini bukan sekadar pelanggaran biasa. Dia menyebutnya sebagai sebuah "kejahatan yang terang-terangan dan putus asa." Imbasnya langsung terasa di lapangan. Pasokan air bersih untuk puluhan desa di sekitar wilayah itu pun langsung amburadul.

"Pasokan air di 30 desa telah terganggu," ujarnya tegas.

Dia juga mengingatkan soal bahaya preseden yang diciptakan Washington. "Menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius. AS yang menetapkan preseden ini, bukan Iran," imbuh Araghchi, menegaskan posisi Tehran.

Iran jelas tak mau tinggal diam. Balasan datang tak lama kemudian, dan sasarannya adalah pangkalan militer AS di Bahrain. Situasi di sana langsung mencekam. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sirene serangan udara berbunyi, mendesak warganya untuk tetap tenang dan segera mencari tempat perlindungan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim tanggung jawab atas serangan balasan ini. Mereka menyatakan telah menembakkan rudal baik yang berbahan bakar padat maupun cair ke arah pangkalan AS di kawasan Juffair, Bahrain.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar