katanya suatu Rabu siang. Sambil menahan kardus di kepalanya, ia bercerita. Dalam sehari, ia bisa bolak-balik memanggul barang dari truk ke toko hingga 25 kali.
“Macam-macam, ya bawang, gula merah, kardus. Dari truk ke tokonya,”
jelas Yuni.
Namun begitu, beban berat di kepala itu rasanya tak sepadan dengan hasilnya. Penghasilannya sangat fluktuatif. Sehari bisa cuma tiga puluh ribu, kadang kalau lagi bagus dapat lima puluh ribu rupiah.
“Ya kadang Rp 30 ribu, kadang Rp 50 ribu. Hitungannya per angkut, bisa Rp 2 ribu, Rp 3 ribu,”
keluhnya. Tarif sekian rupiah itulah yang ia perjuangkan, sekali angkut, sekali panggul.
Artikel Terkait
Kisah Buzzer Rp 600 Juta untuk Penyelamat Harvey Moeis Terungkap di Sidang
Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan
Prabowo Kembali ke Downing Street, Bahas Lanjut Kemitraan dengan PM Starmer
200 Triliun untuk UMKM, Kok Malah Ngendon di Pasar Modal?