Pernyataan Menteri Keuangan, Purba, yang mengklaim bisa menguatkan rupiah "dalam semalam" itu, ternyata bukannya meredakan suasana. Malah bikin banyak orang geleng-geleng kepala. Kritik pun berdatangan dari berbagai pihak.
Di sisi lain, ada satu suara yang cukup vokal datang dari akun X @Strategi_Bisnis. Analisisnya lugas dan langsung menohok ke akar persoalan.
Menurut akun tersebut, sikap sang menteri yang cenderung menyalahkan Bank Indonesia itu sendiri sudah kurang tepat. "Bapak ini makin lama makin ajaib. Beliau cenderung blaming BI (sikap yg jg tidak bijak)," tulisnya.
Padahal, faktor utama pelemahan rupiah sebenarnya terletak pada defisit APBN yang membengkak jauh di atas target. Dan urusan defisit ini, ya, jelas berada di bawah tanggung jawab Kementerian Keuangan. Soal disiplin fiskal, itu ranahnya.
"Arogan, koboi dan suka ngeles. Agak bahaya lama lama," tambahnya lagi, menyoroti gaya komunikasi yang dinilai bermasalah.
Memang, ada isu lain yang ikut memberatkan sentimen pasar, seperti kabar masuknya Thomas Djiwandono keponakan Prabowo ke jajaran BI. Isu ini dikhawatirkan bisa mengganggu independensi bank sentral. Namun begitu, @Strategi_Bisnis menegaskan bahwa kuncinya tetaplah defisit APBN.
Artikel Terkait
5,4 Juta Pekerja Ilegal: Pintu Terbuka bagi Perdagangan Manusia di Era Digital
Permainan Licin di Panggung Elite: Meritokrasi Hanya Ilusi?
Lahan Meikarta Dinyatakan Bersih, Siap Dibangun Rusun Bersubsidi
Nilai TKA Resmi Masuk Sistem, Menteri Muti Tegaskan Bukan Penghalang Masuk PTN