"Sekjen PBB meminta pemerintah Israel untuk menghentikan proses perobohan bangunan UNRWA di Sheikh Jarrah, lalu mengembalikan bangunan UNRWA kepada PBB tanpa ada penundaan,"
kata Farhan Haq, wakil jubir PBB, sehari setelah kejadian.
Di sisi lain, kepala UNRWA Philippe Lazzarini bersikap lebih tegas. Ia menilai aksi ini bukan sekedar pengambilalihan, tapi sebuah pelanggaran hukum internasional yang disengaja. Sebuah klaim yang pasti akan memicu perdebatan panjang lagi.
Faktanya, bangunan itu kini sudah jadi puing. Tinggal kenangan. Dan seperti biasa, di tanah yang terus memanas ini, setiap puing punya cerita dan konsekuensinya sendiri.
Artikel Terkait
Guru Besar Unair Bongkar Penyimpangan UU ITE di Hadapan Penyidik
Mahalnya Tiket Pesawat dan Biaya Berobat: Dua Sisi dari Masalah yang Sama
Angklung di Persimpangan Medan: Senyum, Receh, dan Ketakutan Ditangkap Satpol PP
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pemicu Banjir Bandang di Sumatera