Pada Selasa pagi (20/1), suara mesin berat menggerus kesunyian di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Sebuah bangunan milik UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, rata dengan tanah. Aksi penghancuran itu dilakukan oleh tentara Israel menggunakan buldoser.
Padahal, gedung itu sudah mereka kuasai sejak tahun lalu. Tapi anehnya, bangunannya dibiarkan begitu saja. Kosong. Tak dimanfaatkan untuk apa-apa selama diduduki.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, termasuk jubir UNRWA Jonathan Fowler, serbuan dimulai sekitar pukul tujuh pagi waktu setempat. Pasukan datang, mengusir penjaga yang ada di lokasi, lalu membawa masuk alat berat itu. Prosesnya berlangsung cepat.
Reaksi dari PBB pun tak lama datang.
Artikel Terkait
Guru Besar Unair Bongkar Penyimpangan UU ITE di Hadapan Penyidik
Mahalnya Tiket Pesawat dan Biaya Berobat: Dua Sisi dari Masalah yang Sama
Angklung di Persimpangan Medan: Senyum, Receh, dan Ketakutan Ditangkap Satpol PP
Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pemicu Banjir Bandang di Sumatera