Pada Selasa pagi (20/1), suara mesin berat menggerus kesunyian di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Sebuah bangunan milik UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, rata dengan tanah. Aksi penghancuran itu dilakukan oleh tentara Israel menggunakan buldoser.
Padahal, gedung itu sudah mereka kuasai sejak tahun lalu. Tapi anehnya, bangunannya dibiarkan begitu saja. Kosong. Tak dimanfaatkan untuk apa-apa selama diduduki.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, termasuk jubir UNRWA Jonathan Fowler, serbuan dimulai sekitar pukul tujuh pagi waktu setempat. Pasukan datang, mengusir penjaga yang ada di lokasi, lalu membawa masuk alat berat itu. Prosesnya berlangsung cepat.
Reaksi dari PBB pun tak lama datang.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Jusuf Kalla Desak Indonesia Berpihak pada Negara Islam dalam Konflik Global
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Rp33.000 per Gram