Kebakaran hebat di Kantor Terra Drone, Kemayoran, Selasa lalu, benar-benar meninggalkan duka yang dalam. Korban jiwa terus bertambah, dan proses identifikasi pun berjalan dengan hati-hati. Hingga Rabu sore, RS Polri Kramat Jati berhasil memastikan identitas seluruh 22 korban yang meninggal dalam tragedi tersebut.
Brigjen Prima Heru Yulihartono, Karumkit RS Polri, menjelaskan proses panjang itu dalam jumpa pers. Menurutnya, pihak keluarga telah melaporkan 22 orang yang hilang.
"Kami sudah lakukan rekonsiliasi ketiga tadi pukul 15.30 WIB," ujarnya.
"Hasilnya, ada 12 jenazah lagi yang berhasil kami identifikasi. Sebelumnya, 10 korban sudah diumumkan. Jadi total semuanya 22 orang."
Prima merinci tahapan identifikasi yang melelahkan itu. "Tahap pertama kemarin malam cuma tiga jenazah. Lalu pagi tadi bertambah tujuh. Terakhir sore ini, dua belas. Barulah lengkap."
Dari daftar yang dirilis, mayoritas korban adalah perempuan dengan usia produktif. Ada nama Novia Nurwana, 28 tahun, yang saat itu sedang mengandung. Juga Athiniyah Isnaini Rasyidah, baru menginjak 18 tahun. Kisah mereka, dan puluhan lainnya, terhenti oleh kobaran api di gedung itu.
Berikut nama-nama yang telah dipastikan:
- Novia Nurwana (28 tahun, hamil)
- Rufaidha Lathifunnisa (22 tahun)
- Yoga Valdier Yasser (28 tahun)
- Pariyem (31 tahun)
- Ninda Tan (32 tahun)
- Muhammad Ariel Budiman (24 tahun)
- Mochamad Apriyana (40 tahun)
- Della Yohana Simanjuntak (22 tahun)
- Nazaellya Tsabita Nurazisha (27 tahun)
- Athiniyah Isnaini Rasyidah (18 tahun)
- Siti Sa’addah Ningsih (24 tahun)
- Emilia Salim Tan (43 tahun)
- Ervina (25 tahun)
- Chandra Faajriati Khasanah (19 tahun)
- Tahsya Larasati Ramadhani (25 tahun)
- Sendy Wijaya (32 tahun)
- Rayhansyah Pinago Sipahutar (24 tahun)
- Chintia Leni Novaressa (29 tahun)
- Rosdiana (26 tahun)
- Muhd Ikhsanul Mirja (27 tahun)
- Syaiful Fajar (38 tahun)
- Assyifa Mulandar (25 tahun)
Sebelumnya, sepuluh jenazah pertama sudah berhasil diserahkan kepada keluarga masing-masing di siang hari. Sisanya, kata Prima, akan segera menyusul untuk dipulangkan. Suasana di rumah sakit masih terasa berat, penuh dengan tangis kepergian yang terlalu cepat.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar